PMI Temanggung Gelar Pelatihan Mitigasi Bencana Berbasis Masyarakat di Ngadirejo
Ket [Foto]:

PMI Temanggung Gelar Pelatihan Mitigasi Bencana Berbasis Masyarakat di Ngadirejo

Temanggung, Media Center – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Temanggung menggelar kegiatan Pelatihan Mitigasi Bencana Berbasis Masyarakat (Simbat) untuk wilayah Kecamatan Ngadirejo, Jumo, dan Gemawang. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Pringapus, Kecamatan Ngadirejo, Selasa (21/10/2025).

Pelatihan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Agus Setyawan dan dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Ngadirejo, para kepala desa, relawan PMI, serta perwakilan dari instansi terkait, seperti BPBD, Dinas Sosial, dan Basarnas.

Sekretaris PMI Temanggung, Ahmad Saryono dalam sambutannya menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program pelatihan serupa yang telah berjalan sejak tahun 2024.

“Tahun lalu, kami melatih delapan kecamatan. Tahun ini giliran enam kecamatan, dan hari ini tiga di antaranya. InsyaAllah, sesi kedua akan dilaksanakan pada tanggal 29 dan 30 Oktober. Harapannya, seluruh kecamatan di Temanggung memiliki kader siaga bencana yang tangguh,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bahwa program Simbat (Siap Siaga Bencana Berbasis Masyarakat) bertujuan membentuk masyarakat yang tangguh menghadapi bencana, dengan kemampuan menolong diri sendiri, serta lingkungan sekitar.

“Minimal, masyarakat bisa menolong dirinya sendiri ketika terjadi bencana. Selain itu, penting membangun sinergi antar warga dan memperkuat jejaring antar wilayah agar penanganan bencana bisa cepat dan mandiri,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan komitmen PMI Temanggung untuk terus hadir dalam setiap situasi kebencanaan.

“PMI siap siaga 24 jam dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, salah satunya melalui layanan ambulans gratis di seluruh wilayah Kabupaten Temanggung,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Agus Setyawan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap PMI dan seluruh relawan yang berpartisipasi dalam kegiatan pelatihan tersebut. Menurutnya, mitigasi bencana berbasis masyarakat menjadi kunci penting dalam penanggulangan bencana di daerah rawan seperti Temanggung.

“Kabupaten Temanggung merupakan wilayah yang rawan bencana, baik angin puting beliung, tanah longsor, maupun banjir. Karena itu, pelatihan seperti ini sangat penting agar masyarakat lebih siap dan tanggap,” ujar Bupati.

Bupati juga menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga untuk mempercepat proses tanggap darurat dan pemulihan pascabencana.

“Program penanggulangan bencana ini sifatnya keroyokan. Kami berkolaborasi dengan BPBD, Dinas Sosial, Basarnas, hingga pemerintah desa. Harapannya, penanganan bencana bisa lebih cepat dan tepat sasaran,” tambahnya.

Dalam kesempatan wawancara, Bupati menegaskan, bahwa keikhlasan menjadi kunci utama bagi para relawan kemanusiaan.

“Menjadi relawan itu tidak mudah, karena tidak ada gaji, tapi ini pekerjaan mulia. Harus dijalani dengan ikhlas, karena kehadiran relawan di banyak titik akan sangat membantu masyarakat yang terkena bencana,” pesannya.

Selain pelatihan, kegiatan ini juga menjadi ajang memperkuat jejaring antar relawan dari berbagai kecamatan di Temanggung. Melalui pelatihan ini, diharapkan terbentuk masyarakat yang mandiri, tangguh, serta memiliki kemampuan dasar mitigasi dan tanggap darurat ketika bencana terjadi. (Hni;Wll:Istw;Ekp)

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook