Seribu Bibit, Seribu Harapan; Cara Unik SMK Mipha Sambut Siswa Baru
Ket [Foto]: Seribu Bibit, Seribu Harapan; Cara Unik SMK Mipha Sambut Siswa Baru

Seribu Bibit, Seribu Harapan; Cara Unik SMK Mipha Sambut Siswa Baru

Temanggung, MediaCenter - Udara sejuk Embung Bansari pagi itu terasa berbeda. Di antara tenda-tenda Fun Camp dan hamparan hijau lereng Gunung Sindoro, ratusan siswa baru SMK Bhumi Phala (SMK Mipha) Parakan tidak hanya saling berkenalan. Mereka juga memulai perjalanan sebagai pelajar dengan sebuah pelajaran sederhana, namun bermakna: mencintai alam.

Di tangan mereka bukan sekadar perlengkapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), melainkan harapan yang kelak akan tumbuh bersama waktu. Sebanyak 1.000 bibit kopi Arabika dibagikan kepada kelompok tani sebagai bagian dari gerakan penghijauan yang diinisiasi sekolah.

Bagi Sheila Marita Prasanta, siswi baru kelas X AKL 1, pengalaman itu menjadi momen yang tak akan mudah dilupakan. Di hari-hari pertama mengenakan seragam sekolah, ia tidak hanya memperoleh teman-teman baru, tetapi juga kesempatan merasakan langsung bagaimana sebuah sekolah mengajarkan kepedulian melalui tindakan nyata.

"Senang sekali bisa ikut Fun Camp di Embung Bansari. Kami bertemu banyak teman baru, sekaligus belajar melestarikan lingkungan dengan menanam pohon. Ini pengalaman pertama saya menanam pohon di kawasan wisata, dan menurut saya kegiatan seperti ini hanya ada di SMK Bhumi Phala," ungkap Sheila, Jumat (17/7/2026), dengan antusias.

Bagi sebagian orang, seribu bibit mungkin hanya angka. Namun, bagi SMK Bhumi Phala, bibit-bibit itu adalah simbol estafet kepedulian yang terus diteruskan dari satu angkatan kepada angkatan berikutnya.

Kepala SMK Bhumi Phala, Slamet Purwanto, menjelaskan setiap siswa kelas XII yang lulus diminta menyumbangkan satu bibit pohon. Bibit tersebut kemudian diwariskan kepada siswa baru untuk ditanam secara simbolis sebelum diserahkan kepada kelompok tani agar ditanam saat musim hujan.

"Harapan kami, kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Kami ingin ini menjadi budaya sekolah yang terus hidup dari kakak kelas kepada adik kelas," katanya.

Bibit kopi Arabika dipilih bukan tanpa alasan. Selain memiliki peluang tumbuh baik di lereng Gunung Sindoro, tanaman tersebut juga menjadi salah satu komoditas unggulan Temanggung yang menopang perekonomian banyak keluarga petani.

Ketika kegiatan Fun Camp usai dan para siswa kembali ke sekolah, yang mereka bawa pulang bukan hanya kenangan tentang permainan atau pertemanan baru. Di lereng Sindoro, seribu bibit kopi akan menunggu musim hujan untuk ditanam.

Bersamanya, tumbuh pula harapan agar generasi muda Temanggung kelak dikenal bukan hanya karena prestasinya, tetapi juga karena kepeduliannya terhadap alam yang menjadi rumah mereka. (Aiz;Ekp)

Seribu Bibit, Seribu Harapan; Cara Unik SMK Mipha Sambut Siswa Baru
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook