Ket [Foto]: Bekal Usaha dari Balik Jeruji, Warga Binaan Rutan Temanggung Mahir Merajut
Bekal Usaha dari Balik Jeruji, Warga Binaan Rutan Temanggung Mahir Merajut
Temanggung, Media Center - Rumah Tahanan Kelas IIB Temanggung, Jawa Tengah, terus memperkuat pembinaan bagi warga binaan melalui program keterampilan produktif. Salah satu yang kini dioptimalkan adalah kerajinan merajut yang tidak hanya menghasilkan produk bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi bekal bagi warga binaan untuk kembali ke masyarakat.
Kepala Rutan Kelas IIB Temanggung, Hendra Prastya Nugraha, Jumat (10/7/2026) mengatakan, berbagai produk rajut, seperti tas, dompet, ikat rambut, peci, hingga boneka menjadi hasil karya warga binaan.
"Melalui program keterampilan produktif ini, warga binaan yang berjumlah 15 orang dibekali kemampuan merajut dengan harapan dapat menjadi bekal usaha setelah mereka menyelesaikan masa pidana," katanya.
Ia menyampaikan, pelatihan ini tidak hanya untuk mengisi waktu luang warga binaan, tetapi juga sebagai bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah mereka bebas, sehingga mampu hidup mandiri dan produktif di tengah masyarakat.
"Di sisi lain, program itu juga memberikan dampak rehabilitatif yang positif, karena melatih kesabaran, serta menumbuhkan rasa percaya diri warga binaan, dengan demikian mereka merasa lebih dihargai karena mampu menghasilkan produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi," tegasnya.
Sementara itu, warga binaan Suwono Adi mengungkapkan bahwa pelatihan merajut yang diikutinya memberikan pengalaman dan keterampilan baru yang sangat berharga. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya mengisi waktu dengan aktivitas yang produktif, tetapi juga membuka peluang untuk mengembangkan kemampuan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.
Ia berharap pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan agar semakin banyak warga binaan yang memperoleh bekal keterampilan sebagai modal untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri di masa depan.
"Ini nanti kedepannya untuk bekal kita nanti di luar sana setelah kita lulus atau bebas dari sini untuk bekal kita membuka usaha yang nantinya kita kembangkan dimasyarakat," katanya.
Pembimbing program keterampilan produktif, Mandawati mengungkapkan hasil karya rajut warga binaan memiliki kualitas yang sangat baik. Produk-produk yang dibuat memiliki daya tarik pasar dan berpotensi menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.
"Hasil karya warga binaan ini sangat memuaskan, kemarin aja pas ada target ke Fhilipina berupa ikat rambut itu semua tidak retur, semua diterima. Ini ada lagi pesanan sebesar seribu ikat dan jepit rambut, pesanan dari Hongkong," tuturnya.
Ia mengharapkan, program pembinaan berbasis keterampilan ini mampu membuka peluang usaha bagi warga binaan setelah bebas, sekaligus mendukung proses pembinaan yang lebih humanis dan berkelanjutan. (Fir;Ekp)








Tuliskan Komentar anda dari account Facebook