Ket [Foto]: Cuaca Ekstrem, Produksi Kopi Temanggung Alami Penurunan
Cuaca Ekstrem, Produksi Kopi Temanggung Alami Penurunan
Temanggung, Media Center - Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Temanggung, Sumarno menyampaikan, panen kopi tahun ini mengalami penurunan 40–60 persen, baik untuk kopi Robusta, maupun Arabika, karena pengaruh cuaca ekstrem pada saat pembungaan kopi.
"Penurunan tersebut disebabkan cuaca ekstrem pada saat fase pembungaan kopi, sehingga banyak bunga gagal berkembang menjadi buah, karena curah hujan yang tinggi," katanya, Senin (8/6/2026).
Ia menyampaikan, meski produksi turun, namun harga kopi Arabika mengalami kenaikan. Harga Cherry Arabika saat ini berada di kisaran Rp 20.000–Rp 22.000 per kilogram, naik dibanding tahun lalu yang hanya Rp 15.000 per kilogram.
"Kondisi ini diperkirakan akan berdampak pada kenaikan harga produk kopi Arabika olahan," imbuhnya.
Ia menyebutkan, luas panen kopi Arabika di bulan Juni ini mencapai 1.700 hektare yang tersebar di wilayah dataran tinggi atau ketinggian 800 meter di atas permukaan laut, terutama di lereng Gunung Sumbing, Sindoro, dan Prahu.
"Wilayah pengembangannya meliputi Kecamatan Selopampang, Tembarak, Tlogomulyo, Bulu, Parakan, Kledung, Bansari, Ngadirejo, Candiroto, Wonoboyo, Tretep, dan Kaloran," terangnya.
Ia menuturkan, untuk meningkatkan produktifitas tanaman kopi, baik Arabika, maupun Robusta tahun 2026 ini, Temanggung mendapat bantuan bibit kopi sebanyak 600 ribu batang untuk kemudian ditanam di lahan 600 hektare.
"Dari kegiatan APBN itu, kita dapat bantuan ada 100 hektare untuk peremajaan tanaman kopi Robusta, karena banyak tanaman yang sudah tua. Kemudian yang di Arabika, kita diangka 1.600, walaupun ini ada juga penanaman baru tahun ini, kami mendapat kegiatan dari APBN, kami terima bibit ada 500 hektare. Kami berharap, nanti bisa membantu para petani, karena sekarang animo untuk menanam kopi di Temanggung luar biasa," tuturnya.
Dengan tambahan luas tanaman 500 hektare ini, perkebunan kopi di Temanggung mencapai 14.300 hektare, yang terdiri dari 12.200 hektare kopi Robusta, dan 2.100 hektare adalah kopi Arabika, dengan rata-rata hasil panen 1,1 ton per hektarenya. (Fir;Ekp)
![[HOAKS] Tarif Listrik Naik Dua Kali Lipat](https://mediacenter.temanggungkab.go.id/assets/berita/1_1780901975.png)
![[HOAKS] Rupiah Sengaja Dilemahkan Bank Indonesia](https://mediacenter.temanggungkab.go.id/assets/berita/1_1780901875.png)






Tuliskan Komentar anda dari account Facebook