Iklan Layanan Masyarakat

Waspada Covid-19, Rutan Temanggung Sediakan Layanan Video Call Gratis Untuk Narapidana
Umum Sosial Kebudayaan Dan Pariwisata Pendidikan Ekonomi INSANIF PUSKOMKREF Sistem Informasi Desa (SID) PPID STATISTIK INFORMATIKA KOMUNIKASI KOMINFO Agenda OPD SEPUTAR TEMANGGUNG BERITA NASIONAL hoax terkini


admin 21 Mar 2020 27
Blog single photo

Temanggung-Mediacenter.Rumah Tahanan (Rutan) Temanggung, Jawa Tengah melakukan pembatasan kunjungan keluarga pada warga binaan dan narapidana yang ada untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Sebagai gantinya pihak Rutan menyediakan layanan video call gratis bagi penghuni rutan.
Kepala Rutan Temanggung Tri Wahyu Santosa, mengatakan, pembatasan kunjungan sudah dilakukan sejak Senin (16/3) lalu dan berlangsung selama 14 hari. Ketika itu sudah mulai dilakukan screening ketat pada pengunjung rutan yang meliputi pengukuran suhu tubuh dan pemakaian hand sanitizer.
"Lalu kami mulai sosialisasi pada petugas, warga binaan dan keluarga pengunjung untuk layanan video call. Baru pada Selasa (17/3) mulai dilakukan video call gratis untuk warga binaan dan keluarga,"kata Wahyu, Rabu (18/3), di Temanggung.
Disebutkan total warga binaan penghuni Rutan Temanggung ada 157 orang. Setiap harinya ada 30 warga binaan yang dikunjungi keluarga dan kerabatnya. Namun selama pembatasan kunjungan, pihak Rutan tetap melayani penitipan barang untuk warga binaan setelah melalui pemeriksaan oleh petugas.
"Yang kita batasi hanya interaksi antara warga dengan warga binaan untuk antisipasi penyebaran Covid-19,"kata Wahyu.
Dijelaskan, video call dilakukan pada jam kunjungan pukul 09.00-12.00 WIB. Video call menggunakan aplikasi google hangout. Sebelumnya hanya diberlakukan selama lima menit saja. Lalu ditambah menjadi tiga jam atau 180 menit. Satu PC bisa melayani 18 orang. Sementara ini ada dua PC yang sudah berfungsi baik bisa melayani 36 orang secara bergantian, masing-masing diberi waktu 10 menit. 
"Nanti akan ada tambahan dua PC lagi, sehingga akan lebih banyak warga binaan yang bisa menggunakan video call,"kata Wahyu.
Adi (22 Th), seorang warga binaan asal Kecamatan Tembarak mengatakan, meski terbantu dengan video call, namun rasanya berbeda jika bertemu langsung dengan keluarga.
Rangga (19 Th) warga binaan lainnya mengaku amat terbantu karena dengan video call bisa melihat wajah ibu yang berada di Aceh. Selama ini komunikasinya hanya melalui telepon yang disediakan Rutan saja.
"Tidak pernah ketemu, biasanya cuma telepon saja. Karena bisa video call ini jadi bisa lihat wajah ibu. Selama ini cuma bisa denger suaranya,"kata Rangga. (MC.TMG/Tosiani;Ekape)

Recent Comments

Tinggalkan Komentar

Top