Iklan Layanan Masyarakat

Wartawan Temanggung Bakti Sosial ke Panti Asuhan
Umum Sosial Kebudayaan Dan Pariwisata Pendidikan Ekonomi INSANIF PUSKOMKREF Sistem Informasi Desa (SID) PPID STATISTIK INFORMATIKA KOMUNIKASI KOMINFO Agenda OPD SEPUTAR TEMANGGUNG BERITA NASIONAL hoax terkini


admin 02 Mar 2020 108
Blog single photo

Temanggung-Mediacenter. Para wartawan yang tergabung dalam Forum Jurnalis Temanggung (FJT) melakukan bakti sosial dengan menyumbang sejumlah barang kebutuhan pokok ke beberapa panti asuhan, Sabtu (29/2). Aksi sosial ini menutup rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2020.
Ketua FJT Heru Suyitno mengatakan pihaknya sengaja memilih akhir Bulan Februari pada tanggal 29, karena merupakan tahun kabisat dan tergolong langka. Biasanya Bulan Februari hanya berlangsung hingga tanggal 28.
"Ini moment yang sangat langka, tanggal 29 pada bulan Febuari hanya terjadi empat tahun sekali, maka kami sengaja memilih tanggal 29 Febuari untuk melakukan kegiatan bakti sosial ini," tutur Heru Suyitno.
Adapun kegiatan bakti sosial, katanya, sudah menjadi agenda rutin tahunan tiap kali memperingati HPN. Kegiatan sosial kemanusiaan ini wajib dilakukan oleh wartawan yang melakukan tugas peliputan di Temanggung. Hal ini sebagai wujud syukur atas rejeki yang melimpah. Tahun ini bakti sosial dilakukan ke Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah (PAYM) Putri dan Panti Asuhan Darul Hadlonah Putri.  
"Ini sebagai wujud syukur kami atas segala rezeki yang kami peroleh, kepedulian terhadap sesama harus terus digugah. Melalui kegiatan ini semoga saja bisa memberi manfaat bagi yang membutuhkan, dan masyarakat juga bisa ikut tergugah untuk membantu kesulitan yang dialami oleh orang lain,"kata Heru. 
Sekretaris Panti Asuhan Darul Hadlonah Putri, Aniek Sudarti menyampaikan terima kasih untuk bantuan yang diterima dari wartawan. Bantuan ini akan digunakan sebaik mungkin untuk 42 santri yang ada di Ponpes tersebut.
"Kami sangat bersyukur, masih ada masyarakat yang sangat peduli terhadap kami, semoga saja bisa langgeng hingga anak-anak yang ada di sini menyelesaikan pendidikan dan mendapatkan pekerjaan,"katanya.
Selama ini para santri setiap pagi pergi belajar ke sekolah formal, seperti SD, SMP dan SMA/SMK. Untuk siang, sore dan malamnya diisi kegiatan keagamaan, seperti belajar Alquran, kitab kuning dan lainnya. Mereka juga diajari ketrampilan menyulam, menjahit, membuat berbagai kerajinan, dan memasak.
"Kami mendorong para santri untuk berwirausaha juga,"katanya. (MC.TMG/Tosiani;Ekape)

Recent Comments

Tinggalkan Komentar

Top