Iklan Layanan Masyarakat

Tim Peneliti Adakan FGD Untuk Kemajuan Kopi Temanggung

Kamis, 31 Mar 2022 17:55:26 306

Keterangan Gambar : Focused Group Discussion (FGD) tahap awal tentang penggunaan media sosial untuk knowledge sharing sebagai upaya percepatan implementasi standarisasi mutu Kopi Robusta berindikasi geografis, yang dilaksanakan di Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Kamis (31/3/2022).


Temanggung, MediaCenter - Dalam rangka pengembangan riset penelitian yang dilakukan oleh tim Universitas Sebelas Maret (UNS) tentang kopi Temangung, dilaksanakan Focused Group Discussion (FGD) tahap awal tentang penggunaan media sosial untuk knowledge sharing sebagai upaya percepatan implementasi standarisasi mutu Kopi Robusta berindikasi geografis, yang dilaksanakan di Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Kamis (31/3/2022).

Hanifah Ihsaniyati, salah satu peneliti dari UNS menjelaskan, dalam FGD tersebut dibahas beberapa hal, antara lain mengenai gambaran umum implementasi standar lisensi mutu kopi oleh petani dan implementasi SOP kopi oleh petani, selain itu juga diperoleh gambaran mengenai cara petani berbagi pengetahuan atau informasi terkait SOP kopi dan penggunaan media sosial, serta kemungkinan-kemungkinannya digunakan oleh petani untuk berbagi informasi tersebut.

“Diperoleh gambaran umum implementasi SOP kopi Temanggung, bahwa ternyata penerapan SOP kopi Temanggung masih sangat rendah, banyak kendala-kendala dan memang realistis yang bisa dilakukan mereka, tidak bisa sesuai SOP,”ujarnya. 

Ia menambahkan, jika mau sesuai SOP akan ditekankan SOP di bidang budidaya saja, tetapi untuk pengolahan masih ada faktor besar yang tak terkendali yaitu terkait pasar, harga pasar dan permintaan pasar.

“Setelah FGD ini akan dilakukan FGD lagi dengan mengundang petani-petani, setelah itu kami akan terjun ke lapangan untuk melakukan wawancara mendalam kepada petani serta stakeholder terkait, serta kami akan melakukan studi media sosial tentang pembicaraan kopi Temanggung di dunia maya,” imbuhnya.

Ia berharap tim peneliti dalam riset tersebut bisa memberikan sentuhan kecil, sentuhan yang berharga untuk mengambangkan kopi Temanggung.

Sementara itu  Kepala DKPPP Kabupaten Temanggung Joko Budi Nuryanto mengatakan, kopi sudah menjadi bagian gaya hidup atau kultur warga Temanggung, yang tidak akan pernah habis untuk dibahas. 

“Terimakasih kepada tim riset, mari kita tetap semangat membangun kopi,” tandasnya. (MCTMG/Sv;Ekp)

Pencarian:

Komentar:

Top