Iklan Layanan Masyarakat

Perum Perhutani KPH Kedu Utara Buka Investor Kembangkan Pariwisata

Sabtu, 20 Mar 2021 20:05:56 2224

Keterangan Gambar : Damanhuri, Kepala Adm Perum Perhutani KPH Kedu Utara saat melakukan panen perdana buah kelengkeng di Wisata Agro Bejen Fruit Garden, Sabtu (20/3/2021).


Temanggung, MediaCenter - Perum Perhutani KPH Kedu Utara membuka lebar kepada para investor untuk bekerja sama dalam mengembangkan obyek wisata di wilayah milik Perhutani.

‘’Kalau ada investor yang tertarik dengan lokasi pariwisata dan tempatnya di wilayah Perhutani KPH Kedu Utara, kami terbuka lebar untuk bekerja sama,’’ kata Damanhuri, Kepala Adm Perum Perhutani KPH Kedu Utara saat melakukan panen perdana buah kelengkeng di Wisata Agro Bejen Fruit Garden, Sabtu (20/3/2021).

Dalam mengelola wilayahnya untuk kawasan wisata, semata-mata untuk mengamankan kawasan sekitarnya yang masih berupa hutan dan juga upaya pelestarian lingkungan. Sedangkan masyarakat sekitar akan mendapatkan nilai ekonominya. 

‘’Jadi ini juga bagian untuk melestarikan, sekaligus masyarakat sekitar turut menjaganya dan mendapatkan dampak ekonominya dari setiap wisata yang dibuka,’’ imbuhnya.

Dari belasan objek wisata, salah satu diantaranya adalah Wisata Agro Bejen Fruit Garden (WABFG). Objek wisata dengan konsep perkebunan modern buah kelengkeng itu menjadi wisata favorit para wisatawan. Kawasan wisata itu selalu dipadati pengunjung tidak hanya pada saat hari libur, namun hari-hari biasa pengunjung selalu ramai. Selain bisa memetik buah langsung dikebun, wisatawan juga disuguhkan wahana wisata lain, yakni berkeliling kebun menggunakan mobil.

‘’Prinsipnya masyarakat atau kelompok bebas saja mengelola tempat wisata di wilayahnya yang merupakan daerah KPH Kedu Utara. Hanya saja, tetap bersinergi dengan Perhutani,’’ tegasnya.

Di Perum Perhutani KPH Kedu Utara masih banyak peluang lokasi wisata baru yang siap dikembangkan. Karena Wilayah Perhutani di Kabupaten Temanggung mempunyai luas lahan 16 ribu hektare di PKPH Candiroto dan Temanggung. 

"Peluang kerja sama dalam rangka pengelolaan hutan baik wisata maupun agro masih banyak. Yang terbaru kita mau rintis wisata tanaman porang di daerah Candiroto, tetapi sekarang baru melengkapi persyaratan," pungkasnya. (MC TMG/Firman;Ekape)

Pencarian:

Komentar:

Top