Iklan Layanan Masyarakat

Pendidikan Kontekstual Upaya Wujudkan Revitalisasi Desa
Umum Sosial Kebudayaan Dan Pariwisata Pendidikan Ekonomi INSANIF PUSKOMKREF Sistem Informasi Desa (SID) PPID STATISTIK INFORMATIKA KOMUNIKASI KOMINFO Agenda OPD SEPUTAR TEMANGGUNG BERITA NASIONAL hoax terkini


admin 26 Nov 2018 116
Blog single photo

Temanggung, Media Center – Dicky Senda melalui komunitas Lakoat Kujawas memberikan pendidikan kontekstual untuk masyarakat Mollo Utara Kabupaten Timor Tengah Selatan Nusa Tenggata Timur. Pendidikan tersebut diberikan sebagai salah satu upaya untuk melakukan revitalisasi desa. 
Melalui komunitasnya, Dicky Senda melihat banyaknya keresahan yang dialamai oleh masyarakat Mollo. Generasi muda di daerah tersebut menganggap bahwa desa menjadi tempat yang tidak memberikan banyak harapan, serta kampung menjadi tempat yang kian kering dari aktivitas seni, budaya dan pertanian. 
Dengan fenomena tersebut, Dicky Senda bergerak untuk mengembalikan nilai – nilai seni serta budaya melalui pendidikan kontekstual. Pendidikan kontekstual berfokus pada hal-hal yang lekat dengan realitas lingkungan dan kebudayaan tempat pendidikan kontekstual itu dijalankan, untuk itu ia bisa sangat spesifik dan khusus”, kata Dicky saat mengisi International Conference Of Village Revitalization di Temanggung, (23/11).
Ia juga mengatakan pendidikan kontekstual ini menyentuh ranah lokalitas dan realitas yang paling dekat dengan peserta didik, dengan proses belajar yang cepat, mudah diterima dan mudah untuk mengubah perilaku orang atau komunitas tersebut. “Saya sedang membawa satu tawaran baru, bagaimana pendidikan kontekstual itu bisa kita hidupkan sesuai dengan konteks yang ada dalam lingkungan kita”,  jelasnya. 
Ia menyampaikan konsep pendidikan kontekstual  harus dilakukan secara serius dan juga jeli dalam memetakan persoalan dasar yang selama ini patut diduga sebagai hambatan, karena pendidikan kontekstual ini hidup lama dalam tradisi kebudayaan kita lantas hilang dan berubah menjadi pendidikan yang terpusat dan seragam dari pusat ke daerah.
“Saya datang dari Mollo sadar betul dengan kekuatan story telling, sadar betul dengan tradisi tutur, sadar betul dengan kekuatan sejarah seni, budaya dan religi itu menjadi satu kekuatan dan menjadi satu tawaran yang sebenarnya bukan baru”, ungkap Dicky. Ia menyebutkan hal ini penting dan disebut sebagai sebuah revitalisasi dengan menghidupkan dan memvitalkan kembali hal yang sebenarnya sudah menjadi kekuatan kita sejak dulu. 
Dicky menambahkan pendidikan kontekstual mampu mengubah cara pandang akan apa itu lokalitas dan kemandirian, sehingga pendekatan pendidikan kontekstual dianggap telah membantu kami menemukan kembali identitas dan rasa percaya diri, sehingga mampu untuk mengangkat muka, melihat segala potensi dengan daya kreatif dan inovatif. (MC TMG/ Penulis, Foto : Ria / Editor :ekp )

Recent Comments

Tinggalkan Komentar

Top