Iklan Layanan Masyarakat

MUI se-eks Karesidenan Kedu Adakan Halaqoh dan Rapat Koordinasi

Kamis, 02 Jun 2022 18:27:43 127

Keterangan Gambar : Halaqoh dan Rapat Koordinasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-eks Karesidenan Kedu dengan tema MUI dan Akselerasi Produk Halal dilaksanakan di Aula Pertemuan Omah Kebon Resto, Kabupaten Temanggung, Kamis (2/6/2022).


Temanggung, MediaCenter - Halaqoh dan Rapat Koordinasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-eks Karesidenan Kedu dengan tema MUI dan Akselerasi Produk Halal dilaksanakan di Aula Pertemuan Omah Kebon Resto, Kabupaten Temanggung, Kamis (2/6/2022).

Hadir dalam acara ini, Asisten 1 Setda Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Kesra Gotri Wijianto, Ketua MUI Kabupaten Temanggung KH.Ya'cub Mubarok, Ketua Basnaz Djundardo, perwakilan MUI se-Kecamatan Temanggung, dan perwakilan MUI se-eks Karesidenan Kedu (Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Wonosobo, dan Kabupaten Temanggung)

Gotri Wijianto mewakili Bupati Temanggung HM Al Khadziq menyampaikan, terima kasih kepada semua anggota MUI se-eks Karesidenan Kedu, Kabupaten Temanggung diberikan kehormatan dan diberikan kesempatan menyelenggarakan kegiatan rakord MUI se-eks Karesidenan Kedu.

"Pemerintah Kabupaten Temanggung mengucapkan selamat datang alim ulama se-Kedu Raya, kami selalu merepoti kepada para kyai ini, karena 80% pemerintahan ini mengelola sosial kemasyarakatan, yang sangat membutuhkan komunikasi dengan para kyai, para ulama," katanya.

Pemkab Temanggung juga meminta dukungan dari para alim ulama untuk menjaga stabilitas sosial masyarakat di wilayah masing-masing.

"Peran MUI tidak bisa ditinggalkan, yang nggulowentah masyarakat adalah alim ulama, dan harus diperkuat, Bapak Bupati konsen tentang pengembangan umat, sarana dan prasarana, terutama bagi dua ormas besar NU dan Muhammadiyah, Aisyiah kemarin menyampaikan bahwa gedungnya terbaik se-Jawa Tengah, semua ini bukti bahwa Pemerintah Kabupaten Temanggung berusaha sebaik mungkin melayani masyarakat," ungkapnya.

H Toharun, Sekretaris MUI Wonosobo mewakili Ketua Koordinator MUI se-eks Karesidenan Kedu KH Mukhotob Hamzah (Wonosobo) menyampaikan kegiatan ini merupakan putaran ke tiga halaqoh dan rakord se-eks Karesidenan Kedu. Persoalan konsumsi produk halal merupakan hal penting bagi masyarakat.

"Persoalan konsumsi produk halal merupakan hal penting dan mendasar, maka MUI kabupaten/kota se-eks Karesidenan Kedu telah menandatangani dan menerbitkan buku pedoman penyembelihan hewan halal dan toyib, yang diterbitkan Unsiq Wonosobo. Hal tersebut merupakan dukungan gerakan masyarakat sadar halal, MUI dan pemerintah beserta tim penggerak PKK menggelorakan untuk konsumsi produk Aman, Sehat, Utuh, dan Halal / ASUH (halalan thoyiban) bagi masyarakat," katanya.

Ahmad Rofiq selaku Wakil Ketua MUI Jawa Tengah, menjelaskan bahwa tugas amanat MUI ini tidak makin ringan, tentang adanya LGBT, dan terminologi madrasah yang mau digusur di sisdiknas.

"Opo tumon faktanya terjadi seperti itu, karena itu kekompakan dan kebersamaan ini yang dapat menjawab, kita ini dalam posisi sebagai korban, karena nyaman jadi tidak terasa, ada kegelisahan yang luar biasa, MUI ini hanya punya fatwa, tausiah, semangat, dan doa, dan kita di MUI Provinsi Jawa Tengah baru menyiapkan Rumah Pemotongan Hewan/ RPH yang paham agama, maka jalan darurat bapak, ibu bisa melatih jagal hewan, apalagi sekarang merebak wabah penyakit mulut dan kuku/PMK," jelasnya.

Hewan kurban itu harus sehat, PMK ini mengganggu sahnya hewan kurban, secara fikih apabila PMKnya parah, maka kurbannya tidak sah, karena hewan yang tidak sehat itu melukai kurban masyarakat.

"Nasib umat ini tergantung komunikasi antara ulama dan umaro, bila ulama dan umaro ini berjalan seiring dan berkomunikasi dengan baik, maka insyaAllah negara dan masyarakat ini akan menjadi baik," katanya.

KH.Ya'cub Mubarok menyampaikan, bahwa pengurus MUI dimanapun merupakan pribadi yang sibuk mengurus berbagai persoalan umat. Terkait pemilihan tempat, dikarenakan kantor MUI Temanggung yang dirasa tidak cukup menampung seluruh peserta.

"Mohon maaf sebesar-besarnya bila kami ada sesuatu yang kurang berkenan dalam penyelenggaraan," pungkasnya. (MC.TMG/sty;wll;ekp)

Pencarian:

Komentar:

Top