Iklan Layanan Masyarakat

Komoditas Vanili di Kabupaten Temanggung Mulai Menggeliat
Umum Sosial Kebudayaan Dan Pariwisata Pendidikan Ekonomi INSANIF PUSKOMKREF Sistem Informasi Desa (SID) PPID STATISTIK INFORMATIKA KOMUNIKASI KOMINFO Agenda OPD SEPUTAR TEMANGGUNG BERITA NASIONAL hoax terkini


admin 05 Mar 2019 766
Blog single photo

Temanggung, MediaCenter Vanili adalah penyedap rasa termahal kedua di dunia, saking mahalnya, sebutan lain vanili adalah emas hijau. Harganya yang mahal karena budidaya dan proses pasca panen lebih rumit dibandingkan tanaman jenis lainnya. Setelah sempat booming, kini banyak petani meninggalkan budidaya vanili karena harganya jatuh dan tidak stabil.

Patokan harga dari perusahaan penjual vanili dari Amerika Serikat, Amadeus Vanilla Beans, selaku perusahaan yang menjual vanili dari berbagai negara ini mematok harga vanili asal Indonesia sebesar US$ 38,99 per pon dengan jumlah yang setara dengan Rp 363.607,- per pon atau Rp797.735,- per kilogram (kg). Hal tersebut menjelaskan bahwa di pasar internasional harga komoditas vanili masih lumayan tinggi, akan tetapi pada kurun waktu sembilan sampai sepuluh tahun yang lalu, petani vanili di Indonesia banyak yang meninggalkan budidaya tanaman vanili.

Hal tersebut membuat petani di Indonesia, khususnya di Kawasan Kabupaten Temanggung ingin mengembangkan kembali bibit unggul vanili lokal dari Temanggung yang harganya berangsur mulai naik.

Salah satu kelompok tani Jaya Mandiri yang berasal dari Kabupaten Temanggung yang tadinya bekerja sebagai Fotografer mulai tertarik untuk menanam bibit vanili untuk pekerjaan sampingan, jika sedang tidak ada kegiatan memotret.

Dijumpai disela-sela merawat dan membudidayaan tanaman vanili, Kamis (01/03/2019), selaku pemilik lahan vanili seluas 400 m2 Emilianto Nugroho (33) menjelaskan, bahwa dalam budidaya tanaman vanili pihaknya mengaku di Indonesia pernah menjadi produsen vanili terbesar di dunia tahun 2007.

“Vanili dulu sempat jaya di Kabupaten Temanggung, akan tetapi petani dan pengepulnya sempat curang jadi diblacklist oleh exportir, dan 3-4th yg lalu Kabupaten Temanggung mulai bangkit,” ujar bapak satu anak tersebut

“Namun hal ini tidak membuat kami untuk mudah menyerah dalam pembudidayaan vanili, akan tetapi menjadi tantangan sendiri bagi kami untuk bisa membuktikan kepada masyarakat luar bahwa komuditas bibit vanili di Kabupaten Temanggung dapat bersaing di pasar internasional,” tegas Emil di kebun miliknya yang terletak di Desa Kayogan Kelurahan Sidorejo Kabupaten Temanggung.

Kelompok Tani Jaya Mandiri yang memiliki kebun 400 m2 dapat menghasilkan sekitar 5000 polibag yang dibudidayakan dan nantinya dijual melalui pengepul dari berbagai daerah seperti Semarang, Magelang, dan tentunya di Temanggung yang akan diekspor di negara-negara Eropa.

Terbukti dalam penjualan harga bibit vanili sekarang di Kabupaten Temanggung sudah berangsur mulai naik. Harga dari petani ke pengepul Rp10.000,- untuk tiap vanili di polybag, sedangkan untuk harga tiap sulur vanili dengan panjang 1 meter dijual sama Rp10.000,-, dan untuk harga vanili basah dijual Rp300.000,- per kilogram. (MC TMG/Penulis, Foto: Agung, Editor:Ekape )

Recent Comments

Tinggalkan Komentar

Top