Iklan Layanan Masyarakat

Kaum Disabilitas Netra Dibekali Kemampuan Tanggap Bencana Kebakaran
Umum Sosial Kebudayaan Dan Pariwisata Pendidikan Ekonomi INSANIF PUSKOMKREF Sistem Informasi Desa (SID) PPID STATISTIK INFORMATIKA KOMUNIKASI KOMINFO Agenda OPD SEPUTAR TEMANGGUNG BERITA NASIONAL hoax terkini


admin 06 Mar 2020 125
Blog single photo


Temanggung-Mediacenter. Kendati penyandang disabilitas netra dan disabilitas lainnya, tidak diwajibkan untuk melakukan pemadaman api saat terjadi kebakaran, namun mereka harus bisa menyelamatkan diri dari bencana kebakaran. Karena itu Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Dinas Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Temanggung membekali kaum disabilitas netra dengan kemampuan penyelamatan diri melalui sosialisasi dan simulasi.
Sosialisasi dan simulasi upaya penyelamatan diri saat terjadi bencana kebakaran itu dilakukan di Aula Gedung Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Sensorik Netra (PPSDSN) "Penganthi" Temanggung, Kamis (5/3/2020).
"Meski apinya masih kecil, para penyandang disabilitas netra tidak diperkenankan untuk memadamkan api, mereka harus segera menyelamatkan diri dan menjauh dari api," kata Kasi Pemadam Kebakaran Dinas Satpol PP dan Damkar Temanggung Rama Adhitia Cahya saat sosialisasi.
Pada sosialisasi itu dikenalkan peralatan yang dimiliki oleh Damkar, serta cara pengunaan dan kegunaanya saat memadamkan api. Namun khusus disabilitas netral tidak diajarkan cara memadamkan api, melainkan lebih fokus pada upaya menyelamatkan diri. Peralatan pemadam kebakaran yang dikenalkan diantaranya, selang, nosel, apar (alat pemadaman ringan), baju dan perlengkapannya serta mobil pemadaman kebakaran. 
"Kami mengenalkan cara memahami rambu-rambu atau sirine kebakaran, menanyakan jalur evakuasi dan yang lainnya pada disabilitas netra," ujar Rama. 
Peserta sosialisasi dan simulasi dibagi dalam dua kelompok, yakni kelompok yang masih bisa melihat sedikit dan yang sudah tidak bisa melihat. Untuk penyandang disabilitas yang masih bisa melihat sedikit, diajarkan cara pemadaman api yang sesuai prosedur, sehingga tidak membahayakan mereka. Yang tidak bisa melihat hanya dikenalkan peralatan saja.
"Jadi kami bagi menjadi dua tim, kalau yang low vision (melihat sedikit) kami ajarkan untuk memadamkan api, kalau yang sama sekali tidak melihat kami kenalkan dengan peralatan pemadaman dan yang lainnya," katanya. 
Ia menjelaskan, sosialisasi pemadaman kebakaran kepada penyandang disabilitas netra berbeda dengan sosialisasi pada masyarakat biasa. Dibutuhkan banyak alat peraga secara lengkap untuk mengenalkan perihal pemadam kebakaran untuk disentuh atau diraba oleh disabilitas netra. 
"Mereka sangat atusias mengikuti sosialiasasi dan sangat mudah memahami dan mengerti alat pemadaman yang kami kenalkan," ujarnya. 
Kepala Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Sensorik Netra "Penganthi" Temanggung Purwadi berharap para penerima manfaat disabilitas netra ini mengetahui cara yang benar dalam memadamkan api, serta cara menyelamatkan diri saat kebakaran terjadi. 
"Baru kali ini kami adakan kegiatan seperti ini, harapan kami para penerima manfaat ini bisa lebih sigap dan menyelamatkan diri saat terjadi bencana kebakaran," katanya. 
Agus, salah seorang penerima manfaat mengaku amat terbantu oleh sosialisasi pemadaman kebakaran. Selama ini memang belum pernah ada sosialisasi semacam ini. 
"Saya berharap tidak akan ada kebakaran, tapi dengan adanya sosialisasi seperti ini kami jadi lebih mengetahui dan memahami bagaimana tindakan yang harus kami ambil saat kebakaran terjadi," katanya. (MC.TMG/Tosiani;Ekape)

Recent Comments

Tinggalkan Komentar

Top