Iklan Layanan Masyarakat

Harga Kue Kering Melonjak Tinggi, Sepekan Jelang Lebaran
Umum Sosial Kebudayaan Dan Pariwisata Pendidikan Ekonomi INSANIF PUSKOMKREF Sistem Informasi Desa (SID) PPID STATISTIK INFORMATIKA KOMUNIKASI KOMINFO Agenda OPD SEPUTAR TEMANGGUNG BERITA NASIONAL hoax terkini


admin 31 Mei 2019 123
Blog single photo

Temanggung, MediaCenter –Serupa di wilayah lainnya, toko-toko yang menjual aneka kue kering dan jajanan lainnya disesaki oleh para pembeli menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah, tak terkecuali di Kota Tembakau Temanggung‎. Satu di antaranya adalah took milik Philip Triwilasa, di Kampung Padangan, Kabupaten Temanggung.
‎Dijumpai disela-sela melayani pembeli, Kamis (30/5/2019) Philip Triwilasa menjelaskan dalam wawancara bahwa, aneka kue kering dan makanan tradisional laku keras mulai beberapa hari belakangan. Ia menyebut animo masyarakat untuk segera membeli aneka makanan yang hendak disuguhkan pada momen lebaran cukup tinggi.
"Ini sudah memasuki sepekan sebelum lebaran, pembeli tentu meningkat dibanding hari-hari sebelumnya," jelas Philip. 
Ia juga menuturkan, budaya berkunjung atau bersilaturahmi kesanak-famili ketika perayaan lebaran masih melekat kental ‎pada masyarakat Temanggung. Menurutnya, tentu tuan rumah ingin menyuguhi tamunya dengan aneka kue kering dan hidangan lainnya. "Karena itu, tak heran penjualan meningkat tajam. Peningkatan penjualan dari hari-hari sebelumnya‎ bisa mencapai sekitar 60 persen," terang Philip dengan senyum mengembang.
Karena tingginya permintaan barang, tentu ‎terjadi lonjakan harga. Menurutnya, itu sesuai dengan  hukum pasar. Dikatakan, harga aneka kue kering dan makanan lainnya naik sekitar 20 sampai30 persen. "Dari rata-rata semula Rp120.000/paket (isi sekitar tiga kilogram), sekarang ‎naik menjadi Rp150.000 - Rp160.000/paket," ucapnya.
Tidak menutup kemungkinan harga tersebut akan kembali naik saat lebaran semakin dekat. "Tidak menutup kemungkinan nanti naik lagi, namanya juga permintaan ada terus," tuturnya.
Selain aneka kue kering, yang banyak diburu ‎pembeli adalah makanan tradisional, semisal Endog bulus, Widaran, Kembang Jambu, Ongkowolu, Bolukering, Satru, Gulakacang, dan lainnya. "Mungkin bosan, kalau semua suguhannya kue-kue pabrikan yang hampir dimana-mana ada. Jadi penganan tradisional itu malah banyak yang suka dan banyak dicari," tambahnya.
‎Kendati permintaan tinggi, menurut Philip, tak bisa menggenjot keuntungan yang besar, karena harga bahan baku dipasaran juga ikut naik. Semisal harga tepung terigu, telur, gula pasir, dan bahan baku lainnya.
Salah seorang pembeli kue kering yang berasal dari Desa Manding Kecamatan Temanggung, Sutarmi, mengatakan agak kaget juga saat mengetahui harga-harga makanan telah naik lumayan tinggi. Kendati demikian, ia tetap membeli aneka kue kering dan makanan lain untuk disuguhkan kepada tamu saat lebaran nanti.
"Ya mau gimana lagi ya, kan banyaktamu, kalau tidak ada yang disuguhkan ya gak luwes (pantas)," tuturnya.
Menurutnya, dari pengalaman tahun kemarin, makanan tradisional justru yang banyak digemari oleh tamu. Semisal Endog bulus, Kembang jambu, dan Gula kacang. "Selain untuk tamu-tamu, juga untuk bingkisan yang diberikan kekeluarga yang dating dari jauh," pungkasnya.(MC TMG/Penulis, Foto: Agung, Editor: Ekape )

Recent Comments

Tinggalkan Komentar

Top