Iklan Layanan Masyarakat

Ekspor Kayu Olahan ke China dan Taiwan Mulai Meningkat

Rabu, 21 Apr 2021 16:51:46 446

Keterangan Gambar : Permintaan ekspor kayu olahan dari sejumlah perusahaan perkayuan di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mulai meningkat. 


Temanggung, MediaCenter - Setelah terpuruk akibat pandemi Covid-19, permintaan ekspor kayu olahan dari sejumlah perusahaan perkayuan di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mulai meningkat. 

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Temanggung, Agus Sarwono Rabu (21/4/2021) mengatakan, perusahaan yang bergerak dibidang perkayuan di Temanggung sekarang mulai membaik, karena permintaan ekspor mulai meningkat. 

"Saat ini permintaan ekspor kayu olahan di perusahaan-perusahan perkayuan mulai meningkat, setelah setahun terpuruk akibat pandemi Covid-19," katanya.

Meski permintaan ekspor meningkat, lanjut Agus, yang menjadi permasalahan yang dihadapi perusahan tersebut adalah sulitnya mendapat bahan baku. Berdasarkan data dari Apindo, kebutuhan bahan baku berupa kayu albasia atau sengon hanya mampu terpenuhi 50 persen. 

"Bahan baku bukan hanya dari Temanggung saja yang sulit, tetapi juga dari luar Temanggung. Kalau tahun lalu malah kelebihan bahan baku," imbuhnya.

Bagian Humas dan HRD CV Cipta Usaha Mandiri di Kecamatan Ngadirejo, Purwo Giri Wicaksono menyebutkan permintaan kayu olahan paling banyak dari China dan Taiwan, sedangkan permintaan dari Malaysia, Jepang, dan Korea hanya sekitar 25 persen.

"Produk-produk kayu olahan yang diekspor dari Temanggung antara lain barecore, blockboard, dan plywood," katanya.

Giri menambahkan, saat ini setiap minggu perusahaannya dapat mengirim lima kontainer barecore ke China maupun Taiwan. Namun demikian, saat permintaan ekspor meningkat, kendalanya pada ketersediaan bahan baku.

"Guna mencukupi bahan baku, kami mendatangkan kayu albasia dari Jawa Timur, Jawa Barat, bahkan dari Sumatera dan Kalimantan," pungkasnya. (MC.TMG/Firman;Ekape)

Pencarian:

Komentar:

Top