Iklan Layanan Masyarakat

DKK Temanggung Adakan Bimtek Orientasi Tata Laksana Kretin
Umum Sosial Kebudayaan Dan Pariwisata Pendidikan Ekonomi INSANIF PUSKOMKREF Sistem Informasi Desa (SID) PPID STATISTIK INFORMATIKA KOMUNIKASI KOMINFO Agenda OPD SEPUTAR TEMANGGUNG BERITA NASIONAL hoax terkini


admin 28 Mar 2019 58
Blog single photo

Temanggung, MediaCenter – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Temanggung mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang peningkatan kapasitas petugas dalam rangka orientasi tata laksana Kretin di Kabupaten Temanggung tahun 2019 bertempat di Aula Gedung PKK Kompleks Sekretariat Daerah Kabupaten Temanggung, Rabu (28/3).

Kretin adalah penyakit Hipotiroidisme bawaan yang dapat menyebabkan keterbelakangan mental dan kelainan pertumbuhan pada anak, dalam Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 Tentang Kesehatan Bab VIII mengamanatkan bahwa upaya perbaikan gizi bertujuan untuk meningkatkan mutu gizi perseorangan dan masyarakat, antara lain melalui perbaikan pola konsumsi makanan, perbaikan perilaku sadar gizi serta peningkatan akses dan mutu pelayanan gizi dan kesehatan sesuai dengan kemajuan ilmu teknologi.

Menurut Kepala Seksi Gizi DKK Temanggung Arif Waluyo Wicaksono, kegiatan ini bertujuan agar terlaksana pertemuan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam rangka orientasi tata laksana Kretin di Kabupaten Temanggung serta agar tenaga kesehatan dan masyarakat dapat memahami tentang berbagai macam penyakit yang menyerang pertumbuhan anak serta mengetahui bagaimana cara mengatasinya.

Arif juga menjelaskan bahwa masyarakat juga harus memahami beberapa penyakit seperti Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI) dan Kretin, Skrining Hipotiorid Kongenital (SHK), Neonatus Hipotiroid Indeks (NHI) dan dapat memahami dampak apabila Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI) dan Kretin tidak tertangani dengan baik. SHK adalah kondisi apabila kerja kelenjar tiroid pada anak menurun atau tidak berfungsi sejak lahir, yang mengakibatkan bayi kekurangan hormon tiroid.

Peserta dalam kegiatan ini berjumlah 30 peserta, terdiri dari petugas gizi Puskesmas, Nutrisionis RSK Ngesti Waluyo Parakan dan seksi gizi DKK Temanggung dengan narasumber dari Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Magelang.

“Harapan kami petugas kesehatan di Temanggung lebih dapat memahami tentang GAKI dan Kretin sehingga kasus GAKI dan Kretin di Kabupaten Temanggung bisa ditekan seminimal mungkin”, tegas Arif. (MC TMG/Penulis, Foto : Aji, Editor:Ekape)

Recent Comments

Tinggalkan Komentar

Top