Iklan Layanan Masyarakat

Bupati Temanggung Lakukan Pengecekan Penerapan Protokol Kesehatan di Pasar Legi Parakan

Rabu, 24 Jun 2020 16:20:35 334

Keterangan Gambar :


Temanggung, MediaCenter - Bupati Temanggung H.M Al Khadziq melakukan pengecekan penerapan protokol kesehatan di Pasar Legi Parakan, Selasa (23/6/2020). Dalam kesempatan tersebut, Bupati menghimbau kepada seluruh pengunjung pasar untuk menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak minimal satu meter antar pengunjung pasar serta memakai masker.
“Aja kemruyuk nek nang pasar, sing penting nganggo masker kabeh. Nek pasare kenang virus mengko wong do wedi rene. Mengko sampean rugi ora payu, mulane aja nganti kena virus. Bar nyekel duit cuci tangan, nggawa kaya ngene opo ora sampean?, (Jangan berkerumun saat di pasar, yang penting semuanya memakai masker. Kalau pasarnya kena virus nanti orang pada takut kesini. Nanti kalian rugi tidak laku, makanya jangan sampai kena virus. Setelah memegang uang cuci tangan, bawa seperti ini tidak kalian? )," kata Bupati Khadziq sambil menunjukkan handsanitizer kepada pedagang yang dijumpainya.
Dengan Bahasa Jawa, Bupati meminta kepada semua yang ada di pasar untuk menaati protokol kesehatan agar aman dari virus Corona.
Dalam kunjunganya, Bupati juga menerima masukan dari pengurus pasar, pedagang, maupun pengunjung, termasuk mencermati kegiatan ekonomi di Pasar Legi di masa pandemi Covid-19.
Lina Pujiati (33), salah satu pedagang bumbu dapur di Pasar Legi mengatakan ia sudah cuci tangan di tempat yang telah disediakan oleh pengurus pasar, meskipun ia tidak membawa handsanitizer. Lina mengaku, ia dan pedagang lainya sudah menerapkan protokol kesehatan. 
Dalam kesempatan tersebut, Lina juga mengungkapkan keluh kesahnya pada Bupati tentang turunnya omzet selama pandemi Covid-19 ini.
"Sejak Korona ini pasar jadi sepi pembeli pak, ini seharian baru dapat duit Rp 200 ribu. Sudah dagang sejak jam 04.00 pagi," katanya. 
Menanggapi hal tersebut, Bupati H.M Al Khadziq mengatakan bahwa ia harus bersyukur sudah mendapatkan uang, sebab masih ada pedagang lain yang dagangannya belum laku sama sekali.
Kepala Pasar Legi Parakan, Siti Sundariyah mengatakan, di pasar yang dikelolanya protokol kesehatan diterapkan secara ketat, di setiap pintu masuk dijaga petugas. Warga yang akan masuk harus cuci tangan, kemudian dilakukan pemeriksaan suhu tubuhnya menggunakan thermogun, serta wajib memakai masker.
Nanang Budiyanto, Ketua Paguyuban Pedagang Sayur Menoreh menuturkan, pasar pagi memang sudah mulai ramai sejak pukul 04.00 WIB, namun tetap menerapkan phsycal distancing. 
Pasar pagi digunakan untuk kulak "bakul eyek" (pedagang sayur keliling) yang jumlahnya diperkirakan lebih dari 600 pedagang dari berbagai wilayah di Kabupaten Temanggung, bahkan ada dari Kecamatan Kretek,Kabupaten Wonosobo.
"Alhamdulillah kalau untuk kesadaran, karena pedagang dan pembeli sudah saling mengingatkan. Di sini itu banyak paguyuban jadi sering sosialisasi tentang kesehatan juga. Harapan kami, Korona cepat berlalu kemudian ada pemulihan keadaan, pemulihan kepercayan masyarakat agar tidak takut berbelanja lagi di pasar," ungkap Nanang.
Ahmad, salah satu pedagang pernak-pernik di Pasar Legi menuturkan, memang geliat perekonomian agak tersendat sebagai dampak dari pandemi. Bahkan tidak hanya di Indonesia, tetapi di seluruh dunia tengah tergoncang. Tapi dia yakin saatnya nanti akan tiba perekonomian membaik jika masa wabah telah berakhir.
"Kalau dagangan saya seperti ini sedikit-sedikit masih laku tetap disyukuri saja. Yakin nanti pandemi berlalu keadaan kembali normal, sekarang jalankan saja protokol kesehatan, berjuang bersama tidak usah saling menyalahkan," ungkap Ahmad. (MC TMG/Safi; GTPP Covid-19 Kabupaten Temanggung; Ekape)

Pencarian:

Komentar:

Top