Iklan Layanan Masyarakat

Bupati Dorong Temanggung tetap Menjadi Kabupaten Inklusif

Rabu, 08 Jun 2022 14:22:24 88

Keterangan Gambar : Bupati HM Al Khadziq memberikan sambutan dalam acara yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Silaturahmi Kebangsaan Tokoh Lintas Agama dan Ormas Keagamaan dengan tema "Menjaga Karakter Bangsa", di Graha Bhumi Phala, Rabu (8/6/2022).


Temanggung, MediaCenter - Bupati Temanggung HM Al Khadziq mendorong wilayahnya untuk tetap menjadi kabupaten inklusif, menjadi tempat hidup semua masyarakat, semua agama, semua suku, ras, dengan memberikan hak yang sama dan memberikan rasa nyaman kepada seluruh masyarakatnya.  

Bupati yakin, dengan hikmah para pemimpin umat beragama, maka akan bisa merajut tali persaudaraan yang mulai mengendor akibat pandemi Covid-19.

Hal tersebut dikatakan Bupati dalam acara Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Silaturahmi Kebangsaan Tokoh Lintas Agama dan Ormas Keagamaan dengan tema "Menjaga Karakter Bangsa", di Graha Bhumi Phala, Rabu (8/6/2022).

Selain Bupati, tampak hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Heri Ibnu Wibowo, Ketua DPRD Yunianto, Dandim Letkol Inf Denver Micha Haryadi Napu, Kapolres AKBP Agus Puryadi, Wakil Ketua DPRD Tunggul Purnomo, Muh Amin, Ketua MUI Temanggung KH Yakub Mubarok, Ketua FKUB Ahmad Sholeh, dan lain-lain. 

Dikatakan, bagi masyarakat Temanggung, Pancasila, kebersamaan, toleransi, sikap seimbang, adil, sikap di tengah semua golongan sudah ada sejak zaman peradaban kuno Liyangan yang masyarakatnya heterogen. Di Temanggung pula pada masa Mataram Kuno era Rakai Pikatan bisa menyatukan Wangsa Syailendra dan Sanjaya. 

"Peninggalan nenek moyang itu harus menjadi keteguhan sikap bagi kita untuk mempertahankan Temanggung tetap menjadi kabupaten yang inklusif. Tempat hidup semua masyarakat, semua agama, suku, ras, dengan memberikan hak yang sama dan memberikan rasa nyaman kepada seluruh masyarakatnya. Di tangan para tokoh agama, saya yakin Temanggung akan menjadi Kabupaten yang Pancasila selama-lamanya," kata Bupati.   

Menurutnya, setelah pandemi Covid-19 saat ini, kita menapaki era baru, yakni recovery mencakup semua aspek kehidupan masyarakat. Seperti ekonomi, pemerintahan,  termasuk kembali merajut kerukunan, solidaritas sosial, membangun lagi partisipasi sosial, emansipasi sosial, merajut kembali bangunan tali persaudaraan antar semua warga. 

"Kita berharap, Temanggung ke depan akan semakin tata, titi, tentrem, marem, lan gandem. Temanggung harus tetap TMG, tentrem, marem, dan gandem," kata Bupati.

Ketua FKUB Temanggung Ahmad Soleh mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah mewujudkan Temanggung yang tentrem, marem, lan gandem. Namun, hal itu tidak akan bisa terwujud, jika para tokoh agama, tokoh masyarakat tidak saling mengenal, tidak saling memahami. Maka ditekankan, bahwa kerukunan sesungguhnya bukan hanya sekadar ditataran lisan saja, tetapi juga pada tataran rasa dan hati. 

"Dengan begitu tidak ada satu gap, atau pemilah di antara agama apapun dengan rajutan nilai-nilai kemanusiaan itu. Karena sesungguhnya hakiki ajaran agama itu pada kemanusiaan dan sosial," katanya. 

Ketua MUI Temanggung KH Yakub Mubarok mengapresiasi kegiatan ini, karena akan membentuk karakter, khususnya bagi para pemimpin di Kabupaten Temanggung untuk menyatukan langkah. Jika ada satu visi, satu misi, maka ke depan Temanggung bisa berjaya, barokah. 

"Kalau kita bersatu, kokoh, kuat, tidak akan ada musuh yang mampu untuk menumbangkan kita sekalian. Jadi para pemimpin ingin masyarakat itu menyatu, tidak terpecah-pecah, tidak terkotak-kotak. Apalagi kita melihat bangsa ini sedang mengalami masalah," tandasnya. (MC.TMG/ary;ekp)

Pencarian:

Komentar:

Top