Iklan Layanan Masyarakat

Atasi Kekeringan, BPBD Temanggung Siagakan Droping Air Bersih
Umum Sosial Kebudayaan Dan Pariwisata Pendidikan Ekonomi INSANIF PUSKOMKREF Sistem Informasi Desa (SID) PPID STATISTIK INFORMATIKA KOMUNIKASI KOMINFO Agenda OPD SEPUTAR TEMANGGUNG BERITA NASIONAL hoax terkini


admin 14 Jun 2019 206
Blog single photo

Temanggung, MediaCenter – Menghadapi musim kemarau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung sudah melaksanakan mapping (pemetaan wilayah rawan kekeringan) dengan hasil yang sama dengan tahun 2018. Terdapat 11 kecamatan di Kabupaten Temanggung yang diindikasi akan mengalami kekeringan.
BPBD Kabupaten Temanggung sudah menyiapkan armada untuk droping air dan menambahkan 1 armada dari Provinsi Jawa Tengah untuk membantu jalannya distribusi dropping air.
Dijumpai seusai acara apel konsolidasi berakhirnya operasi ketupat candi tahun 2019 di halaman depan kantor kejaksaan Kabupaten Temanggung, Kamis (13/6/2019), Plt Kepala BPBD Kabupaten Temanggung Gito Walngadi menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan armada dengan rincian dari BPBD terdapat dua unit, PMI ada satu unit, Dinas Sosial ada satu unit, dan PDAM terdapat satu unit.
“Jadi total terdapat lima unit armada mobil pengangkut tangki air bersih untuk disiagakan sebagai antisipasi kekeringan di musim kemarau tahun 2019,” jelas Gito.
Gito Walngadi juga menambahkan bahwa pihaknya menyiapkan 350 tangki dengan total anggaran Rp 85.000.000,00. “Nanti selebihnya jika masih ada kekurangan kami minta bantuan dari CSR, baik dari APBD Provinsi maupun dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” imbuhnya.
Gito menjelaskan 11 kecamatan di Temanggung yang rawan terjadi kekeringan, yaitu Pringsurat, Kaloran, Jumo, Kandangan, Selopampang, Gemawang, Tlogomulyo, Bejen, Kranggan, Bulu, dan Tembarak.
“Dengan kondisi kekeringan paling parah didominasi di Kecamatan Kandangan dan Kaloran,” tambahnya.
Diperkirakan untuk musim kemarau tahun 2019 ini kami rapatkan dengan BMKG mulai dengan bulan Mei 2019 durasi tiga atau minggu ke tiga. Dan untuk puncak musim kemarau diperkirakan di bulan Agustus dan September 2019. “Sedangkan untuk perkiraan musim kemarau tahun kemarin hampir imbang dengan tahun ini,” pungkasnya.
Ia menjelaskan juga, untuk tahun kemarin total 1280 tangki air bersih didistribusikan ke 11 kecamatan yang sama dengan daerah perkiraan kekeringan di tahun 2019.
BPBD Kabupaten Temanggung juga akan melaksanakan upaya lain dalam penanggulangan bencana kekeringan ini, yaitu dengan pipanisasi di lima titik yang telah diusulkan dari tahun lalu, meliputi, Sumur Gede di Desa Gendigan, Desa Kemloko, Desa Ngropoh, Desa Kledung dan Batursari.
“Diharapkan dengan adanya pipanisasi tersebut dapat membantu dan mengurangi distribusi dropping air barsih ke lokasi rawan kekeringan,” ujarnya.
“Untuk warga Kabupaten Temanggung yang terdapat masalah kekeringan dan kekurangan air bersih, nanti dapat mengirimkan surat pemberitahuan kepada kami melalui desa dengan memberikan surat laporan yang diketahui oleh Camat, hingga nanti jika sudah ada surat edaran atau surat masuk, nanti kami tindak lanjuti untuk dropping air bersih ke daerah yang membutuhkan,” jelas Gito sebelum mengakhiri wawancara. (MC TMG/Penulis: Agung, Foto: Coeplistyo, Editor:Ekape )

Recent Comments

Tinggalkan Komentar

Top