Iklan Layanan Masyarakat

Alokasi Dana Desa Harus Untuk Peningkatan Kesejahteraan

Selasa, 07 Des 2021 19:56:42 178

Keterangan Gambar : Bupati Temanggung Memberikan Sambutan Pada pada pembukaan rakor pendamping desa tingkat Kabupaten Temanggung bertajuk 'Kebijakan Pembangunan Daerah untuk Mewujudkan SDGs Desa' di Graha Bhumi Phala, Kompleks Setda, Selasa (7/12/2021).


Temanggung, Media Center - Pendamping desa harus ikut memikirkan keperuntukkan dana desa agar mampu meningkatkan kesejahteraan dan mengentaskan kemiskinan. Kritikan selama ini, dana desa belum bisa mengurangi angka kemiskinan kendati dari tahun ke tahun dana yang dikucurkan semakin banyak.

Demikian disampaikan Bupati Temanggung HM Al Khadziq pada pembukaan rakor pendamping desa tingkat Kabupaten Temanggung bertajuk 'Kebijakan Pembangunan Daerah untuk Mewujudkan SDGs Desa' di Graha Bhumi Phala, Kompleks Setda, Selasa (7/12/2021).

"Setiap tahun dana desa yang dikucurkan semakin banyak, tetapi kenapa semua kritikan mengatakan dana desa belum bisa mengurangi angka kemiskinan di masyarakat, terlepas ada Covid-19 atau tidak," kata Bupati.

Bupati mengatakan, para pendamping desa untuk memikirkan dan menginvestigasi masalah mengapa dana desa belum bisa mengurangi kemiskinan.  

Bupati mengatakan, ada kemungkinan salah satunya untuk dapat meningkatkan kesejahteraan adalah dana desa dipergunakan untuk mendidik rakyat, mendidik masyarakat, membangun manusia di desa, khususnya membangun lifeskill.

Modal keterampilan dari melatih keterampilan hidup, bisa dipakai untuk mencari mata pencaharian baru dan juga untuk melatih tumbuhnya jiwa kewirausahaan di tengah-tengah  masyarakat.   

Bupati menyampaikan, besar harapan dengan dana desa yang bertambah, maka desa akan maju dan warga punya alternatif pendapatan tidak hanya pada pertanian. Misalnya tetap di bidang pertanian, dapat lebih inovatif dengan hasil yang lebih tinggi.

Bupati mencontohkan, banyak pihak yang menyampaikan harga tembakau semakin turun, sehingga ganti budidaya yang lain. Yang salah menurutnya, bukan tembakau, tetapi manusianya. Yakni bagaimana tidak melulu tergantung pada pabrik rokok.

"Warga harus ada alternatif pendapatan lain. Misalnya ada pelatihan marketing tembakau lintingan yang diproduksi rakyat. Atau pelatihan tembakau lintingan rasanya tidak berubah-rubah," imbuhnya. 

Alokasi dana desa untuk pendidikan ini sebagai investasi di bidang sumber daya manusia yang lebih menguntungkan dibanding alokasi untuk fisik.

"Ilmu semakin bertambah dan pandai dalam berkehidupan, namun untuk pembangunan fisik akan rusak," terangnya. 

Bupati mengatakan, pendamping desa juga untuk turut memikirkan keberadaan dan pengembangan BUMdes agar bisa maju tidak merugi, tetapi di sisi lain, tidak bersaing dengan usaha serupa dari masyarakat. (MC.TMG/ai;ekp)

Pencarian:

Komentar:

Top