Iklan Layanan Masyarakat

76 Persen Usia Kerja di Temanggung Masuk Kelompok Angkatan Kerja

Kamis, 14 Mei 2020 18:50:09 320

Keterangan Gambar :


 

Temanggung, MediaCenter-Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2019 menghasilkan jumlah penduduk usia kerja sebanyak 598.321 orang dengan rincian 455.242 orang (76,09 persen) merupakan kelompok angkatan kerja. Sedangkan sisanya sejumlah 143.079 orang (23,91 persen) merupakan kelompok bukan angkatan kerja. Besarnya kelompok angkatan kerja yang ada di Kabupaten Temanggung ini merupakan modal dasar bagi daerah untuk membangun. 
Dari kelompok angkatan kerja sebagian besar berada pada kelompok umur 25-54 tahun, yaitu sejumlah 285.396 orang (62,69 persen) dan sisanya 169.846 orang (37,31 persen) berada pada kelompok umur 15-24 tahun dan 55+. Kondisi yang cukup mengejutkan adalah dari jumlah angkatan kerja 169.846 orang tersebut yang terbesar justru pada kelompok umur 55+ sejumlah 111.746 orang, angka tersebut hampir dua kali lipat daripada angkatan kerja pada kelompok umur 15-24 tahun, sejumlah 58.100 orang. 
Dari data tersebut pemerintah harus jeli dalam mengoptimalkan penduduk usia kerja kelompok umur 55+ dengan menciptakan lapangan kerja yang sesuai dengan usia tersebut, sehingga mereka dapat berperan aktif dalam pembangunan daerah. Dengan terus beraktifitasnya mereka diharapkan tingkat kesehatannya juga membaik dan menjadi lansia yang sehat kedepannya.
"Dari 455.242 orang yang masuk dalam angkatan kerja 441.632 orang diantaranya bekerja, sehingga Tingkat Kesempatan Kerja di Kabupaten Temanggung sejumlah 97,01 persen mengalami peningkatan dari tahun 2018 sejumlah 96,76 persen, sedangkan sisanya 13.610 orang tidak bekerja. Sehingga pada tahun 2019 Tingkat Pengangguran di Kabupaten Temanggung sejumlah 2,99 persen atau mengalami penurunan daripada tahun 2018 sejumlah 3,24 persen", jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Temanggung Haryono, saat ditemui di kantornya Rabu pagi (13/5). Angka pengangguran untuk laki-laki 2,49 persen lebih rendah daripada perempuan sebesar 3,66 persen. Perempuan lebih besar dalam angka pengangguran dikarenakan mereka memiliki kewajiban untuk mengurus rumah tangga. Peningkatan tingkat kesempatan kerja dan penurunan angka pengangguran ini menunjukkan jumlah angkatan kerja dan lapangan pekerjaan yang ada di Kabupaten Temanggung pada Tahun 2019 makin mendekati keseimbangan. Makin besarnya kelompok angkatan kerja yang bekerja akan meningkatkan pendapatannya dan secara tidak langsung akan berpengaruh pada tingkat kesejahterannya.
"Penduduk bekerja di Kabupaten Temanggung pada 2019 masih didominasi oleh laki-laki sejumlah 254.089 orang dan perempuan 187.543 orang. Sebanyak 62,02 persen pekerja laki-laki berada pada kelompok umur 25-54 tahun, lebih kecil daripada perempuan sejumlah 64,38 persen pada kelompok umur yang sama", ungkap Haryono. Perbedaan persentase perempuan yang bekerja menandakan bahwa lapangan pekerjaan antara laki-laki dan perempuan hampir seimbang dalam menampung tenaga kerja yang ada.
"Dari segi pendidikan, maka pekerja di Kabupaten Temanggung pada Tahun 2019 masih didominasi dengan pekerja berpendidikan Sekolah Dasar (SD) kebawah yaitu sebesar 54,55 persen, Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar 21,36 persen, Sekolah Menegah Atas dan Kejuruan (SMA/SMK) sebesar 17,20 persen, dan terakhir Diploma keatas sebesar 6,89 persen.  Pekerja perempuan lebih banyak bekerja daripada laki-laki pada pendidikan SD kebawah sebesar 56,09 persen berbanding 53,43 persen dan pada pendidikan Diploma keatas sebesar 9,20 persen berbanding 5,18 persen", tambahnya. Dari gambaran tersebut pemerintah daerah perlu untuk meningkatkan tingkat partisipasi masyarakat dalam dunia pendidikan, dengan meningkatnya tingkat pendidikan penduduknya, maka lapangan pekerjaan yang tercipta akan berbeda dan penghasilannya pun akan meningkat. 
Menurut lapangan usaha, maka pekerja di Kabupaten Temanggung yang pertama masih pada Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan sebesar 39,80 persen. Kedua Industri Pengolahan sebesar 19,92 persen dan ketiga Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Motor sebesar 16,71 persen. Data tersebut sesuai dengan kondisi Kabupaten Temanggung  yang bersifat agraris serta pertumbuhan pabrik-pabrik industri yang terus bertambah. Fenomena tersebut bersesuaian dengan data jenis pekerjaan utamanya yaitu 38,63 persen merupakan tenaga usaha pertanian, 32,35 persen merupakan tenaga produksi, dan tenaga usaha jasa penjualan sebesar 15,11 persen.
Dengan situasi tenaga kerja diatas mampu menjadi sebagai bahan evaluasi dan perencanaan untuk pemetaan antara lapangan perkerjaan dengan lapangan pekerjaan yang akan dipersiapkan oleh pemerintah. Dalam hal penyediaan lapangan pekerjaan bukanlah hanya tanggung jawab pemerintah, namun juga masyarakat yang mampu berjiwa wira usaha/enterpreneur  dalam menciptakan lapangan pekerjaan baru. Dengan adanya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat diharapkan makin banyak lapangan pekerjaan baru yang diciptakan, sehingga mampu menampung tambahan angkatan kerja baru yang tercipta setiap tahunnya.(MC.TMG/WahyuBPS;Ekape)

Pencarian:

Komentar:

Top