Twitter

Internetsehat.id- Twitter sering dituding terlalu abai terhadap penyebaran ujaran kebencian online. Selain itu, akun penyebar dan pendukung terorisme berlalu-lalang bebas di Twitter sehingga membuat banyak pengguna Twitter diam-diam atau secara terbuka keluar dari layanan Twitter. Selain itu bullying, trolling merupakan hal yang jamak terlihat di Twitter. Namun seolah-olah Twitter tidak peduli dengan hal tersebut.

Jengan dengan tudingan tersebut, Twitter mulai berbenah. Twitter kini setidaknya makin kooperatif dengan laporan pengguna dan berusaha memperbaiki citra buruk mereka dengan menghapus akun-akun penyebar ujaran kebencian dan terorisme tersebut.

Laporan terbaru Twitter terkait transparansi mereka menyebutkan bahwa Twitter telah menghapus sebanyak lebih dari setengah juta akun atau tepatnya 636.248 akun sejak pertengahan 2015 dalam upaya melawan promosi terorisme dan penebar kebencian. Sebanyak  376.890 akun dari 636.248 akun tersebut ditutup dalam enam bulan terakhir tahun 2016.

Twitter menyebutkan penghapusan akun penebar ujaran kebencian dan teroristeme tersebut dilakukan atas permintaan pemerintah dan juga karena melanggar aturan Twitter sendiri. Secara rinci Twitter melaporkan bahwa pada pertengahan 2015 sampai awal 2016, Twitter membekukan sekitar 125 ribu akun terorisme. Enam bulan kemudian, akun yang menyangkut terorisme meningkat hingga Twitter menutup 235 ribu akun.

Penghapusan akun merupakan upaya Twitter untuk meredam maraknya kampanye kebencian dan terorisme di layanan mereka. Namun tentu upaya belum bisa dipastikan sebagai obat mujarab untuk hal tersebut.

Cetak:

Media Informasi dari Temanggung untuk Indonesia
MEDIA CENTER
Jl. Jend. A. Yani nomor 32d, Kabupaten Temanggung - Email : mediacenter.temanggung@gmail.com  
Copyright © 2017