Iklan Layanan Masyarakat

Seminar Parakan Kota Pusaka, Upaya Menggali Fakta Sejarah dan Peradaban

Kamis, 19 Nov 2020 08:30:00 32

Keterangan Gambar : Bupati Temanggung HM Al Khadziq.


Temanggung, MediaCenter - Dalam rangkaian acara peringatan Hari Jadi ke-186 Kabupaten Temanggung akan digelar Seminar Nasional "Parakan Kota Pusaka". Namun karena masih dalam masa pandemi Covid-19, maka seminar bergengsi ini akan dihelat secara virtual dan live streaming melalui youtube dan Temanggung TV.

Bupati Temanggung HM Al Khadziq mengatakan, seminar ini untuk menggali sejarah Kota Parakan dan Kabupaten Temanggung pada umumnya, dari berbagai aspek. Antara lain dari segi kebudayaan, arsitektur, maupun secara kesejarahan.

"Seminar nasional dalam rangka HUT Temanggung ke-186 ini dalam rangka Parakan sebagai Kota Pusaka. Namun karena masih masa pandemi Covid-19 kita lakukan webinar, dengan mengundang para pakar dan narasumber. Ini untuk menggali fakta-fakta sejarah peranan Kota Parakan dalam berdirinya Kabupaten Temanggung," ujarnya Selasa (17/11/2020).

Selain itu juga akan diungkap mengenai peranan Kota Parakan dalam sejarah pergerakan perjuangan kemerdekaan. Lalu peranan Kota Parakan sebagai episentrum kemajuan peradaban di Jawa Tengah, khususnya dibagian tengah.

Menurut Khadziq, fakta-fakta membuktikan bahwa Parakan ini sebagai titik lintas peradaban antara tiga daerah atau tiga kawasan penting di Jawa Tengah, yakni Karesidenan Pekalongan, Karesidenan Banyumas, dan kawasan Karesidenan Kedu. Titik temu ketiga daerah penting itu adalah di Parakan.

"Karena titik temu ketiga kawasan penting itu di Parakan, maka akan kita gali. Hasil dari kita menggali fakta-fakta sejarah ini nanti untuk kita ajarkan, kita sampaikan kepada generasi penerus Kabupaten Temanggung. Supaya bisa meneladani hal-hal baik, nilai-nilai kesejarahan kita," jelas Bupati.

Untuk narasumber pada seminar yang akan digelar pada Rabu 18 November 2020 ini adalah Sutrisno Murtiyoso (Ketua Lembaga Sejarah Arsitektur Indonesia) yang juga dosen Universitas Tarumanegara Jakarta. Lalu Musadad (peneliti sejarah arkeologi pra kolonial) yang juga dosen Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Selain itu akan dihadirkan pula tokoh masyarakat kiai kharismatik yang juga mantan Bupati Temanggung KH Hasyim Afandi. Selain putra daerah, Hasyim juga dinilai berpengalaman dibidang birokrasi, sehingga paham seluk beluk wilayah di lereng Gunung Sumbing, Sindoro, dan Prau ini.(MC.TMG/Yoni;Ekape)

Pencarian:

Komentar:

Top