Iklan Layanan Masyarakat

Pemkab Temanggung Berharap Pengusaha Tidak Merumahkan Pekerjanya

Jumat, 26 Jun 2020 12:49:15 65

Temanggung, Mediacenter-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung, Jawa Tengah melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) mengupayakan negosiasi dengan kalangan pengusaha agar tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) para pekerjanya meski mengalami krisis lantaran terdampak pandemi Korona. PHK akan membuat angka pengangguran bertambah dan memperparah krisis ekonomi.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Temanggung Agus Sarwono, mengaku tidak bisa meyakinkan pabrik untuk menerima pekerja baru untuk mengurangi angka pengangguran. Sebab pihak pabrik amat bergantung pada order produk yang diterima. Sementara saat pandemik berlangsung, order cenderung berkurang. 
"Tidak bisa, karena kalau pabrik itu kan hubungannya dengan order produk", ujar Agus saat dihubungi, Kamis siang (25/6).

Menurut Agus, yang bisa dilakukan Disnakertrans saat ini hanyalah melakukan negosiasi dengan kalangan pengusaha. Pihaknya meminta pengusaha agar tidak merumahkan para pekerjanya, meskipun perusahaan terdampak krisis.
"Yang kami lakukan ya nego dengan pengusaha agar tidak ada PHK maupun pekerja yang dirumahkan", katanya.

Disnakertrans juga terus melakukan pemantauan terhadap perusahaan tertentu. Selain meninjau langsung, berbicara dengan pengusaha untuk mengetahui kondisi usahanya, pihaknya juga aktif melakukan komunikasi dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO). 

"Perusahaan tidak dikumpulkan. Tetapi terhadap perusahaan tertentu kita pantau, kita tinjau dan kita bicara dengan pemiliknya, serta komunikasi melalui APINDO. Kalau dibanding dengan jumlah pekerja yang ada di perusahaan ya masih rendah lah", ujarnya.

Sejauh ini, lanjut Agus, lantaran terdampak pandemi, ia memperkirakan angka pengangguran di Temanggung terus meningkat. Antara lain para pekerja dari sektor kontraktor. Namun pihak Disnakertrans masih belum menghitung angka kenaikan jumlah pengangguran itu. Hanya dari data pencari kerja pada bulan ini sebanyak 680 orang.
"Dengan adanya dampak pandemi saya perkirakan angka penggangguran naik. Diantaranya beberapa pekerja di kontraktor juga terimbas. Belum di sektor lain. Cuma sampai dengan bulan ini kami belum bisa menghitung prosentase kenaikannya. Yang tercatat baru pencari kerja yang aktif melalui surat AK 1 tercatat 680 orang", sebut Agus 

Jumlah pencari kerja tersebut, menurutnya malah menurut dibanding saat sebelum pandemi. Tahun lalu jumlah pemohon AK 1 di Temanggung mencapai 1600 orang. Penurunan ini lantaran peluang kerja yang terbatas semenjak pandemi. Kebanyakan pengusaha masih menunggu perkembangan situasi hingga akhir tahun 2020.

"Seperti pabrik sepatu yang baru dibangun di Desa Bengkal, Kecamatan Kranggan, yakni pabrik SJI yang rencana bulan ini ada pendaftaran, untuk sementara waktu ditutup menunggu perkembangan sampai akhir tahun 2020", pungkas Agus. (MC TMG/Tosiani;Ekape)

Komentar:

Ketik Komentar

Top