Iklan Layanan Masyarakat

Pemerintah Dorong Terciptanya Inovasi Desa di Temanggung
Umum Sosial Kebudayaan Dan Pariwisata Pendidikan Ekonomi Wisata Alam Wisata Kuliner INSANIF PUSKOMKREF Sistem Informasi Desa (SID) PPID STATISTIK INFORMATIKA KOMUNIKASI KOMINFO Agenda OPD SEPUTAR TEMANGGUNG BERITA NASIONAL


admin 11 Okt 2018 27
Blog single photo

Temanggung, MediaCenter — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akan terus mendorong terhadap berbagai upaya desa dalam menciptakan inovasi desa. Inovasi desa tersebut diharapkan dapat memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan dana desa yang ada. 
Saat mengunjungi stand pameran acara Bursa Inovasi Desa tahun 2018 di Kabupaten Temanggung, Rabu (10/10), Ganjar menyampaikan apresiasi untuk desa — desa yang telah memiliki berbagai inovasi. Menurutnya, hal ini supaya terus didorong dan juga dikembangkan agar dapat membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat. 
Ia menyebutkan di Jawa Tengah sendiri telah banyak inovasi desa yang telah mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sebagai contoh wisata Umbul Pongok yang mampu menghasilkan pendapatan sebanyak satu milyar rupiah dalam setiap bulannya. “Sekarang umbul pongok dapat dijadikan pionir untuk dijadikan contoh desa wisata, sekarang umbul pongok menginspirasi desa wisata dihampir semua tempat dan itu sekarang satu bulan sudah 1 milyar”, sebut Ganjar. 
Dengan demikian, Ganjar menyebutkan dengan adanya inovasi yang terdapat di desa — desa tersebut, dapat dikatakan pemanfaatan dana desa sudah terserap baik, hanya saja masih dibutuhkan pendampingan serta binaan. 
“Pemanfaatannya baik, tapi memang masih butuh kita bina, maka sampai KPK ikut turun tangan, penegak hukum, kepolisian, kejaksaan, ikut mendampingi sampai kadang — kadang ada resistensi juga, mungkin juga ada kegelisahan dan belum tahu, dan saya mulai bicara dengan BPKP, sama BPK dan juga Kementrian Keuangan, Kementrian Desa untuk mempermudah proses tersebut”, Jelas Ganjar. Ia menyebutkan dengan cara seperti itu mereka akan menerapkan dana desa dengan mudah tanpa meninggalkan transparansi dan juga akuntabilitas. 
Sementara ini dana desa masih banyak digunakan untuk infrastruktur, tetapi mulai tahun ini telah di dorong untuk pemberdayaan dan telah diatur prosentasi pembagiannya. Meskipun, dana desa dapat digunakan untuk menggali berbagai potensi tetapi Ganjar menegaskan jangan hanya mengandalkan dana desa karena jumlah yang tidak terlalu banyak. 
Dalam hal ini, diharapkan para Pendamping Lokal Desa (PDL) agar terus mendampingi dalam menggali potensi yang terdapat dalam masing — masing desa. Serta dapat menggandeng perguruan tinggi maupun kelompok masyarakat agar tercipta inovasi yang dapat dimanfaatkan secara maksimal, terkait dengan penggunaan tekhnologi informasi dan juga pemasarannya. Disamping itu juga diharapkan pada PDL untuk terus mendampingi agar dapat mengangkat potensi desa yang ada.  (MC TMG, Penulis : Ria / Foto : Aji / Editor :EJP)

Recent Comments

Tinggalkan Komentar

Top