Iklan Layanan Masyarakat

Festival Lembutan Bansari Tunjukkan Kualitas Tembakau Temanggung
Umum Sosial Kebudayaan Dan Pariwisata Pendidikan Ekonomi Wisata Alam Wisata Kuliner INSANIF PUSKOMKREF Sistem Informasi Desa (SID) PPID STATISTIK INFORMATIKA KOMUNIKASI KOMINFO Agenda OPD SEPUTAR TEMANGGUNG BERITA NASIONAL


admin 12 Okt 2018 88
Blog single photo

Temanggung, MediaCenterKarang Taruna Desa Bansari Kecamatan Bansari menggebrak dunia tembakau Temanggung agar lebih dikenal lagi di pasar nasional dengan menggelar Festival Lembutan di Lapangan Desa Bansari Kecamatan Bansari Kabupaten Temanggung.

Arti sebuah kata lembutan sendiri merupakan sebuah sebutan untuk salah satu jenis cara merajang tembakau di Kabupaten Temanggung. Acara yang berlangsung selama 2 (dua) hari dari tanggal 9 sampai 10 Oktober 2018 tersebut memang dapat menjadi peluang untuk mengenalkan tembakau khas Temanggung ke masyarakat luar serta juga dapat menjadikan karakter keunikan sebuah acara yang ada di Kabupaten Temanggung.

Pihak panitia mengaku bahwa dalam menggelar acara tersebut modal awal berasal dari iuran dari tiap Desa sebesar Rp1.000.000,-, dan juga menggandeng para donatur serta pihak seponsor yang memang ingin menggiatkan dan mengenalkan tembakau khas Temanggung.

Dalam wawancara dengan ketua Panitia Festival Lembutan Bansari Agus Zamroni (32) menjelaskan bahwa festival yang digadang-gadang akan menjadi event tahunan ini akan selalu diperbaiki kedepannya agar menjadi event yang dikenal di kancah nasional.

Mungkin pada tahun ini hanya menyediakan 13 stand dari setiap Desa yang ada di Kecamatan Bansari, 4 stand cofee shop, dan 4 stand komersil, “semoga kedepan tidak hanya 13 stand dari masing-masing Desa akan tetapi seluruh Kabupaten Temanggung dapat turut meramaikan acara Festival Lembutan Bansari,” harap Ketua Panitia Festival Lembutan Bansari.

Ditemui disela-sela kunjungannya di Festival Lembutan di Lapangan Bansari Kabupaten Temanggung, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menjelaskan, bahwa dengan adanya festival ini dapat memunculkan inovasi dan kreatifitas bagi masyarakat, terbukti dari adanya kemasan bawang merah goreng, yang tidak dijual mentah, dan muncul juga miniature gantungan kunci, membuat kaos dan lain sebagainya. Hal tersebut menjadikan industri kreatif yang menunjang nilai ekonomi bagi masyarakat. “Dan ini merupakan potensi yang dimiliki Desa, agar Desa menjadi jauh lebih maju,” pungkas Ganjar.

“Karena daya dukung alamnya juga sangat mendukung untuk dapat mendatangkan wisatawan dari luar daerah. Untuk itu tinggal membuat event yang kreatif dan perbaiki dan evaluasi dalam tiap tahunnya, serta jadikan kalender event tahunan,” papar Gubernur Jawa Tengah mengakhiri wawancaranya. (MC TMG/Penulis, Foto: Agung Editor: EJP)

Recent Comments

Tinggalkan Komentar

Top