Iklan Layanan Masyarakat

Driver Transportasi Daring Alami Penurunan Pendapatan Sejak Pandemi

Senin, 21 Sep 2020 12:51:56 81

Keterangan Gambar : Salah seorang pelaku ojek online mengantarkan makanan pesanan pelanggannya.


Temanggung, MediaCenter - Selama berlangsung pandemi Korona, pendapatan driver transportasi daring yang beroperasi di wilayah Temanggung, Jawa Tengah mengalami penurunan lebih dari 50 persen. Kondisi ini dirasa menyulitkan para pengemudi.

Untung (50) salah seorang pengemudi transportasi daring, mengatakan, sebelum pandemi ia bisa mendapatkan penghasilan antara Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu per hari dalam 10 hingga 15 kali perjalanan. Dari jumlah itu, setelah dipotong oleh pengelola transportasi daring sebesar 10 persen dan anggaran untuk bahan bakar, ia hanya menerima penghasilan bersih sejumlah Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu per hari.

Semenjak berlangsung pandemik, pendapatan kotornya turun di kisaran Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu per hari. Dari jumlah tersebut, ia hanya memperoleh penghasilan bersih dikisaran Rp 80 ribu hingga Rp 100 ribu per hari.

"Sewaktu awal pandemik, selama sekitar dua bulan, malah sangat sepi, sama sekali tidak ada penumpang. Jadi saya beralih profesi berjualan di pasar. Sekarang sudah mulai ada penumpang lagi, tapi pendapatannya berbeda jauh dari saat sebelum pandemik. Turunnya lebih dari 50 persen," katanya, Senin (21/9/2020), di Temanggung.

Andi (25) pengemudi ojek daring mengeluhkan hal yang sama. Lantaran sepi penumpang, ia beralih ke jasa antar makanan. Namun demikian, penghasilannya jauh lebih sedikit dibanding jika mengantar penumpang. Selain itu, potongan yang diambil oleh pengelola transportasi daring dari jasa antar makanan pun lebih besar ketimbang jika ia mengantar penumpang, yakni sebesar 20 persen dalam satu kali transaksi.

Sebelum pandemi, ia bisa melakukan 10 hingga 20 kali perjalanan mengantar penumpang per hari. Namun semenjak pandemi, paling banyak ia hanya mengantar satu hingga dua penumpang saja setiap harinya. Kondisi ini pun membuat pendapatannya turun drastis.

"Jadi sekarang lebih banyak mengantar makanan. Jika sepi lebih banyak tinggal di rumah," katanya. (MC.TMG/Tosiani;Ekape)

Pencarian:

Komentar:

Top