Iklan Layanan Masyarakat

Bantu Korban Bencana dengan Minum Kopi Bayar Seikhlasnya
Umum Sosial Kebudayaan Dan Pariwisata Pendidikan Ekonomi Wisata Alam Wisata Kuliner INSANIF PUSKOMKREF Sistem Informasi Desa (SID) PPID STATISTIK INFORMATIKA KOMUNIKASI KOMINFO Agenda OPD SEPUTAR TEMANGGUNG BERITA NASIONAL


admin 12 Okt 2018 11
Blog single photo

Temanggung, MediaCenter – Sejumlah produsen kopi di Temanggung menggelar aksi minum kopi dengan membayar seikhlasnya. Aksi tersebut dilakukan untuk  penggalangan dana dalam membantu korban bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Aksi ini sudah ketiga kalinya mereka lakukan dalam penggalangan dana tersebut. Hamam Nasirudin salah satu produsen kopi lengkong dari daerah Gemawang Temanggung menyebutkan, sebelumnya telah dilakukan penggalangan dana dengan kegiatan serupa. “Pertama kita lakukan di Gedung Pemuda saat Festival Kopi kemarin dan terkumpul 600.000, dan kemarin kedua kalinya di halaman Kecamatan Kandangan dan terkumpul sebanyak 5.012.000,” ungkap Hamam di Temanggung, Rabu (10/10).

Ia menceritakan aksi ini bermula dari obrolan santai dirinya bersama dengan rekan – rekannya. Akhirnya terkumpul 15 orang produsen kopi sepakat untuk mengadakan aksi tersebut. Nyatanya dengan menyediakan kopi siap seduh sebanyak 1.000 cup masyarakat langsung tertarik dan membayar seikhlasnya. Sampai dengan kemarin kopi yang telah dikeluarkan dalam aksi ini sebanyak 3.000 cup kopi.

Nursaut sebagai pelaku kopi dari Desa Mergowati Kedu, Temanggung mengungkapkan hal ini dilakukannya karena cara seperti ini memang dianggap paling efektif untuk penggalangan dana. “Yang pertama kita lakukan karena kita mempunyai komoditas kopi , yang kedua juga bisa menguatkan brand kopi Temanggung, serta minum kopi bareng adalah penggalangan dana paling efektif karena penikmat kopi sekarang banyak banget”, Ujar Nursaut.

Mereka menyediakan kardus agar uang pembayarannya langsung dimasukkan sehingga sampai dengan aksi kemarin digelar mereka tidak mengetahui berapa nominal yang sudah terkumpul.

Tidak hanya itu, para produsen kopi ini juga tidak menimbang berat kopi yang telah disediakan. “Tidak ditentukan harus berapa kilo gram, tapi yang penting kita punya berapa, ya itu kita keluarkan, tetapi rata – rata kita masing – masing produsen menggeluarka 20 kg”, tambah Nursaut.

Selain itu, mereka juga melakukan lelang kopi kemasan 100 gram dengan minimal pembayaran 20.000. Dalam setiap aksi mereka menyediakan 50 bungkus kopi dan selalu diminati para pembeli.

Selanjutnya, hasil dari aksi tersebut nantinya akan disalurkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) atau Palang Merah Indonesia (PMI) berupa uang tunai. Hal ini dianggap paling efektif karena agar uang dapat dibelanjakan sesuai dengan kebutuhan  para korban bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. (MC TMG/ Penulis, Foto : Ria / Editor :EJP)

Recent Comments

Tinggalkan Komentar

Top