Iklan Layanan Masyarakat

Penggunaan SKTM di Temanggung Sesuai Prosedur
Umum Sosial Kebudayaan Dan Pariwisata Pendidikan Ekonomi INSANIF PUSKOMKREF Sistem Informasi Desa (SID) PPID STATISTIK INFORMATIKA KOMUNIKASI KOMINFO Agenda OPD SEPUTAR TEMANGGUNG BERITA NASIONAL


Penggunaan SKTM di Temanggung Sesuai Prosedur admin 10 Jul 2018 178
Blog single photo

Temanggung, Media Center – Penggunaan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online tingkat SMP di Temanggung, dianggap telah sesuai dengan prosedur.

Hal ini diungkapkan oleh Ujiono selaku Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Temanggung saat ditemui di kantornya, Jum’at (6/7). Ia menyebutkan sejauh ini belum ada laporan terkait dengan penyalahgunaan SKTM yang digunakan untuk pendaftaran siswa baru di Temanggung.  Menurutnya para pendaftar yang menggunakan SKTM telah dicek terlebih dahulu dengan data yang terdapat di Dindikpora Kabupaten Temanggung.

Kita sesuaikan atau kita lihat mereka yang membawa SKTM kita cocokkan dengan SK yang dari pusat, karena mereka yang miskin itu sudah dapat SK dari pusat, yang miskin sudah didaftar di sekolah, sekolah usulkan ke kita kemudian kita usulkan lewat website terus nanti diterima oleh kementrian dan kemudian ada SK nya,” terang Ujiono.

Ia menjelaskan penggunaan SKTM tersebut sudah dilakukan secara prosedur, sesuai dengan peraturan yang ada. Adapun untuk pendaftar yang mendaftar dengan SKTM dan mempunyai alamat berada di lingkungan sekolah tersebut akan langsung diterima dengan berapapun nilainya dan berapapun jumlahnya, sedangkan pengguna SKTM yang berada didalam zona tetap ada kuota nya.

Orang miskin yang di sekitar sekolah kelurahan atau desa itu wajib diterima berapapun karena mereka akan diberi tambahan nilai, kalau yang di dalam zona kecamatan itu masuk ke jalur ataupun kuota miskin diatur oleh sekolah masing – masing, jadi ada beberapa persen untuk anak – anak miskin di dalam zona. Untuk miskin di luar zona tidak ada, logikanya orang miskin itu ada di dalam zona, kalau orang miskin di luar zona berarti itu kan mampu, besok kalau sekolah nglaju untuk biaya transport berarti mampu,” ungkap Ujiono. (MC TMG / Penulis, Foto ; Ria ; Editor ;Ekape)

Recent Comments

Tinggalkan Komentar

Top