Iklan Layanan Masyarakat

64 Titik di Temanggung Terpasang EWS
Umum Sosial Kebudayaan Dan Pariwisata Pendidikan Ekonomi Wisata Alam Wisata Kuliner INSANIF PUSKOMKREF Sistem Informasi Desa (SID) PPID STATISTIK INFORMATIKA KOMUNIKASI KOMINFO Agenda OPD SEPUTAR TEMANGGUNG BERITA NASIONAL


admin 06 Des 2018 15
Blog single photo

Temanggung, MediaCenter – Sebanyak 19 kecamatan di Kabupaten Temanggung telah terpasang Early Warning System (EWS) di 64 titik. EWS ini berfungsi sebagai pendeteksi curah hujan.  

Pelaksana tugas harian Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung menyebutkan pemasangan EWS tersebut telah dilakukan sejak tahun 2018 lalu. Sampai dengan saat ini di tahun 2018 telah terpasang 64 titik EWS. “EWS di 19 kecamatan dari jumlah keseluruhan 20 kecamatan yang terpasang alat ini kecuali Kecamatan Temanggung, pemasangan ini kita lakukan secara bertahap mulai dari tahun 2015”, jelas Gito di Temanggung, Selasa (4/12).

Adapun dalam system kerjanya EWS akan mengeluarkan bunyi atau sirine ketika mendeteksi pergerakan tanah. “Jadi beritu cura hujan di atas 50 Mililiter dia akan berbunyi, jadi kita harapkan kalau malam berbunyi, relawan yang sebagai operator EWS itu bisa menginfokan kepada masyarakat, jadi kita utamanya mereka siaga dimalam hari”, Jelas Kartika Sari selaku Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Temanggung.

Selain alat tersebut, Kartika juga menyebutkan terdapat alat pendeteksi pergerakan tanah yang telah terpasang di tiga kecamatan. “itu sementara baru tiga. Yakni di Banaran Kecamatan Gemawang, Tempuran Kaloran, serta di Bejen, alat ini dinamakan ekstensometer yang digunakan untuk mengukur pergerakan tanah”, tambah Kartika

Ia pun menyebutkan alat pendeteksi tersebut akan bekerja dan berbunyi ketika terdapat pergerakan tanah sampai dengan 3 cm. Sehingga saat ini terdapat desa yang telah terpasang kedua alat tersebut, seperti desa Getas Kaloran. (MC TMG / Penulis, Foto : Ria / Editor :EJP)

Recent Comments

Tinggalkan Komentar

Top